Dukungan diberikan oleh Krisdayanti kepada pemerintah yang memutuskan untuk memperpanjang PPKM. Diva pop itu menilai, angka penyebaran Covid – 19 masih tergolong tinggi di Jawa – Bali, area yang terkena aturan perpanjangan PPKM Level 4 dan level 3.

Pelantun lagu “Satu Sayap Tertinggal” meyakini angka penderita Covid-19 jauh lebih banyak ketimbang yang diberitakan di media. Fakta tersebut membuat istri Raul Lemos merespon positif penerapan PPKM level 4 diperpanjang.

“Saya malah lebih meyakini bahwa yang diberitakan itu jumlahnya tidak seberapa dibandingkan kondisi yang sesungguhnya di lapangan,” ucap penyanyi yang karib disapa KD kepada pewarta, Senin 9 Agustus 2021.

Melalui akun instagramnya yang terferivikasi, istri Paul Lemos itu mengungkapkan alasannya menyetujui rencana pemerintah yang memutuskan PPKM Level 4 diperpanjang. Ia menilai, hal itu pantas dilakukan mengingat angka penderita Covid – 19 masih tinggi.

“Selamat siang bapak ibu, dari jumlah positivity rate tinggi yang terdata sekarang, saya rasa PPKM masih harus dilanjutkan,” tulis Krisdayanti sebagai status teks yang diunggah ke akun Instagramnya.

Pelantun lagu “Mahadaya Cinta” yakin kebijakan pemerintah yang menerapkan PPKM level 4 di Jabodetabek bisa sukses menurunkan angka pasien yang terinfeksi virus corona.

“Karena tidak dapat dipungkiri, kebijakan PPKM ini menekan jumlah penyebaran,” tulisnya.

Soal ramainya pendapat masyarakat yang mengeluhkan masih banyak yang terpapar Covid – 19 saat diberlakukan PPKM Level 4, Krisdayanti menekankan PPKM bukanlah solusi utama dalam menghilangkan virus Corona dengan cepat.

“Bukan menghilangkan COVID secara instan. Tapi ketatnya PPKM ini untuk memaksa masyarakat berdisiplin,” penyanyi yang karib disapa KD ini, menuliskan.

Melanjutkan tulisannya di Instagram, Krisdayanti beranggapan bahwa PPKM level 4 yang diperpanjang pemerintah juga sekaligus memberikan kedisiplinan bagi masyarakat dalam rangka menjaga protocol Kesehatan atau Prokes.

“Dan membangun keharusan disiplin prokes itu sendiri menjadi sebuah kebiasaan yang baik,” dia mengakhiri.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pemerintah Kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Level 4 di Jawa Bali hingga 16 Agustus 2021.

Sementara itu, PPKM Level 4 di luar Jawa dan Bali diperpanjang selama 2 pekan hingga 23 Agustus 2021.

“Sesuai arahan Pak Presiden, khusus di luar Jawa dan Bali akan diberlakukan perpanjangan (PPKM) selama dua minggu yaitu tanggal 10 sampai tanggal 23 Agustus,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 9 Agustus 2021 malam.

Banyak orang yang berharap bahwa PPKM bisa selesai demi kegiatan perekonomian berjalan seperti semula. Namun suara berbeda digaungkan oleh Krisdayanti.

Artis yang juga Anggota Komisi IX fraksi PDIP itu menyarankan agar PPKM diperpanjang. Ia mengatakan data yang ada saat ini berbeda dengan di lapangan.

“Saya berarti bicara dari perspective kesehatan dan kondisi suspect COVID-19. Kalau ada yang bilang, ‘tidak percaya COVID, media melebih-lebihkan, pemberitaan hiperbola, saya malah lebih meyakini bahwa yang diberitakan itu jumlahnya tidak seberapa dibandingkan kondisi yang sesungguhnya di lapangan,” kata KD, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Senin 9 Agustus 2021.

KD menilai masih banyak masyarakat yang abai dengan COVID-19. Bahkan menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang bergejala tapi tidak mau periksa atau tidak ke dinas kesehatan setempat.

“Saya melihat sendiri banyak sekali masyarakat yang sudah jelas-jelas bergejala COVID ringan ataupun berat, memilih tidak ke rumah sakit. Memilih tidak lapor. Karena mereka takut dipaksa rawat, takut dikucilkan masyarakat, takut dijemput ambulans dan lain-lain,” ujarnya.

Oleh karena itu lah dia mengusulkan agar PPKM diperpanjang. KD mengatakan kebijakan ini setidaknya membuat masyarakat disiplin atau mengikuti aturan yang sudah ditentukan.

“Jadi dari jumlah curva yang terdata sekarang, saya rasa PPKM masih harus dilanjutkan. Karena tidak dapat dipungkiri, kebijakan PPKM ini menekan jumlah penyebaran. Bukan menghilangkan COVID secara instan. Tapi ketatnya PPKM ini untuk memaksa masyarakat berdisiplin dan membangun keharusan disiplin prokes itu sendiri menjadi sebuah kebiasaan yang baik,” tuturnya.